Halaman

Jumat, 12 April 2013

PROLOGUE

Ku kenang masa itu
saat tiba saat berhadapan dengannya, pertama kali,
melihatnya saja aku tak bosan
rambutnya yang terurai panjang,
sorotan matanya yang tajam,
senyumnya yang menawan,
sungguh tak bisa kulupakan itu

santun, ramah,
terkadang centilnya yang membuatku geli
seolah di kepalaku tertempel foto wajahnya
berapa kali pun ku mencoba lupakan
pada akhirnya
pikiranku selalu pergi padanya
sungguh,
makhluk Tuhan yang tak bisa kutolak
kehadiran fisiknya,
buatku membeku seperti es
berjalan seperti kura-kura tanpa makan
dan tak bisa melanjtkan segala aktivitasku

saat kutahu dia jatuh,
aku selalu mengkhawatirkannya
jantungku selalu berdebar-debar
pikiranku tak bisa lepaskan dia
dia...
yang mungkin...
buatku...
jatuh hati...
untuk ke sekian kali

saat kutahu dia telah menemukan nakhoda barunya
aku masih terus memikirkannya
bahkan lebih lagi memikirkannya
hingga tiba saat aku menuliskan
curahan gentong hatiku
aku makin teringat padanya
semakin tergila padanya
dia,
seperti nikotin
seperti tambang yang selalu mengikatku
pikiranku tak bisa menjauhkanku darinya

sayang sekali...,
apakah cinta harus memiliki ?
cinta hanya membuat luka
seperti mawar
yang semerbak harumnya
dan indah rupanya
namun tangkainya menusuk hati

dialah mawar itu
bunga yang selalu menghiasi pandanganku
pandangan pikiranku
dan tangkainya tertancap di hatiku

semoga bahagia
wahai dirimu pujaan hatiku
aku percaya tidak ada yang tak mungkin
tapi mungkin
aku tak pernah bisa membuatmu jatuh hati padaku
aku hanya bisa mendoakanmu
Tuhan selalu memberkatimu
serafim selalu menjagamu
di mana pun kau berada

aku takkan pernah melupakanmu
bahkan bila kau melupakanku
akulah pemuja rahasiamu
menikmati indahmu dari sisi gelapku
dan kau takkan pernah tahu
betapa mudahnya kau
untuk masuk ke dalam hatiku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar